Surat Al Kahfi Ayat 1-10, Kapan Waktu Terbaik Membacanya?

Pada artikel ini kami akan menjelaskan Berapa ayat surat al kahfi yang dibaca pada malam jumat Kamu bisa cek penjelasan lengkap dari kami. Karena kebetulan kami pernah mengalaminya dan ingin sharing di artikel ini.

Jakarta

Surat Al Kahfi termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur’an dengan jumlah ayat sebanyak 110.

Rutin membaca surat Al Kahfi memiliki berbagai keutamaan, yaitu diampuni dosanya oleh Allah, dilindungi dari kejahatan dan fitnah dajjal serta mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur’an yang disusun oleh Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari.

Di samping itu, seperti dikutip dari buku Sejuta Berkah dan Fadhilah 114 Surat Al-Qur’an karya Ali Hisyam Ibnu Hasyim, ada keutamaan lain yang perlu diketahui apabila kita rutin membaca surat Al Kahfi. Berikut sejumlah keutamaannya menurut keterangan hadits:

1. Matinya terhitung dalam keadaan syahid. Hal ini dituturkan oleh Al Imam Baqir, apabila seseorang membaca surat Al Kahfi setiap malam Jumat, maka ia tidak akan mati kecuali dalam keadaan syahid dan akan dibangkitkan bersama golongan syuhada.

2. Mendatangkan cahaya. Khasiat yang satu ini ada dalam sabda Rasulullah SAW yang bunyinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, ia akan disinari cahaya antara dirinya dan Kakbah,” (HR Baihaqi).

3. Membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan terhindar dari kejinya fitnah dan dajjal. Rasulullah SAW bersabda terkait hal ini,

“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan terjaga hingga tahun berikutnya dari setiap fitnah, dan jika dajjal keluar ia akan terjaga darinya.” (HR Muslim).

4. Diberi keberkahan dalam seminggu. Dari sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, beliau mengatakan Rasulullah bersabda:

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.” (HR Abu Bakar bin Mardawaih)

5. Menghafalkan surat Al Kahfi dari ayat 1-10 akan terhindar dari segala bencana.

Untuk memaksimalkan keutamaan tersebut, alangkah baiknya bila bacaan surat Al Kahfi dapat diamalkan pada waktu-waktu terbaiknya. Kapan waktu terbaik membaca surat Al Kahfi?

Waktu Terbaik Membaca Surat Al Kahfi

Mengutip buku Aktivasi Mukjizat Hari Jumat karya Rizem Aizid, waktu terbaik dalam membaca surat Al Kahfi yaitu pada malam Jumat, tepatnya hari Kamis setelah Magrib hingga hari Jumat setelah Ashar. Mereka yang membaca surat Al Kahfi saat hari Jumat akan mendapatkan banyak khasiat dan keistimewaan dari Allah SWT.

Menurut keterangan hadits yang dinukil dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai salah satu keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، سَطَعَ لَهُ نُورٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، يُضِيءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وغُفر لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ “

Artinya: “Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih).

Bacaan Surat Al KahfiAyat 1-10

1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

2. قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

3. مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

Latin: mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

5. مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

Latin: mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Latin: fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).

7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Latin: innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

8. وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

Latin: wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā

Artinya; Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering

9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā

Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

Makna dari Al Kahfi sendiri adalah gua karena dalam surat ini mengisahkan tentang beberapa orang pemuda yang terjebak di dalam gua bersama anjingnya. Mereka terpaksa bersembunyi di dalam gua demi lari dari kekejaman penguasa di era tersebut yang memaksa mereka untuk kafir kepada Allah SWT.

Para pemuda tersebut yang kemudian dikenal dengan sebutan Ashabul Kahfi. Selain mengisahkan tentang para Ashabul Kahfi, kandungan dari surat Al Kahfi juga memaparkan tentang keadilan Allah SWT yang tidak pernah berubah.

Simak Video “Massa Aksi Bela Al-Qur’an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika…”[Gambas:Video 20detik](rah/rah)